Chelsea FC afif: Pengertian dan Manfaat Analisis Laporan Keuangan

Minggu, 02 November 2014

Pengertian dan Manfaat Analisis Laporan Keuangan



1. Pengertian
Sebelum membahas materi analisis atas laporan keuangan, terlebih dahulu harus dipahami substansi dari laporan keuangan itu sendiri, dan bagaimana hubungan atar kelompok/pos yang ada yang merupakan bagian dari laporan keuangan tersebut.
            Laporan keuangan kopersi dapat menyediakan informasi yang berguna bagi pemakai utama dan pemakai lainnya untuk :
1)      Menilai pertanggungjawaban pengurus
2)      Menilai prestasi/kinerja keuangan koperasi selama satu periode tertentu
3)      Menilai manfaat yang diberikan koperasi kepada anggotanya
4)      Sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan jumlah sumber daya, karya dan jasa yang akan diberikan kepada koperasi.

Guna mencapai tujuan tersebut diperlukan informasi terutama yang berkaitan dengan (a) sumberdaya ekonomis yang dimiliki koperasi, (b) kewajiban yang harus dipenuhi koperasi, (c) kekayaan bersih yang dimiliki oleh anggota, dan koperasi itu sendiri, (d) transaksi, kejadian, dan keadaan yang terjadi dalam suatu periode yang mengubah sumberdaya ekonomi, kewajiban dan kekayaan bersih koperasi,      serta (e) sumber dan penggunaan dana, dan informasi lain yang mungkin mempengaruhi likuiditas dan solvabilitas koperasi.
Laporan Keuangan Credit Union (LKSB) merupakan informasi bagi anggota khususnya, pihak lain dan masyarakat umumnya, melalui proses pembandingan, evaluasi dan analisa keuangan sehingga dapat diprediksi tentang apa yang mungkin terjadi di masa mendatang.
Analisa Laporan Keuangan adalah suatu proses yang penuh pertimbangan dalam membantu mengevaluasi posisi keuangan dan hasil operasi perusahaan pada masa sekarang dan masa lalu, tujuan utamanya, menentukan estimasi dan prediksi yang paling mungkin mengenai kondisi dan kinerja CU di masa yang akan datang.
Analisis Laporan Keuangan adalah aplikasi dari berbagai alat dan teknik analisis pada laporan dan data keuangan untuk memperoleh ukuran – ukuran dan hubungan – hubungan yang berarti dan berguna dalam proses pengambilan keputusan. Analisa Laporan Keuangan mengkonversi data-data menjadi informasi.
Laporan keuangan koperasi sebagai bagian dari sistem pelaporan keuangan, memiliki karakteristik sebagai berikut :
1)      Laporan keuangan merupakan bagian dari pertanggungjawaban pengurus kepada para anggotanya di dalam RAT.
2)      Laporan keuangan biasanya meliputi neraca/laporan posisi keuangan, laporan laba rugi (perhitungan hasil usaha), dan laporan arus kas yang penyajiannya dilakukan secara komparatif.
3)      Sesuai dengan posisi koperasi sebagai bagian dari sistem jaringan koperasi, maka beberapa pos/istilah yang sama akan muncul, baik pada kelompok aktiva maupun kewajiban/kekayaan bersih.

NERACA
AKTIVA :

Aktiva Lancar :
-Kas dan bank
-Simpanan jangka pendek
-Piutang usaha :
   - Anggota
   - Bukan Anggota
-Penyisihan piutang tak tertagih
-Piutang lain-lain
-Persediaan
-Pendapatan masih harus diterima
-biaya dibayar dimuka
         Jumlah Aktiva Lancar

Investasi Jangka Panjang :
-Simpanan pokok pada koperasi
-Simpanan pokok pada koperasi masih harus disetor
         Simpanan pokok telah disetor
-Simpanan wajib pada koperasi
-Simpanan wajib pada koperasi masih harus disetor
         Simpanan wajib telah disetor
-Simpanan khusus
-Investasi pada badan usaha bukan koperasi
         Jumlah investasi jangka panjang

Aktiva Tetap :
-Tanah/Hak atas tanah
-Gedung/bangunan
-Mesin
-Kendaraan
-Peralatan
-Akumulasi Penyusutan
         Jumlah Ativa tetap

Aktiva Lain-lain :
-Aktiva dititipkan
  - Dana Pengembangan
  - Dana over price
         Jumlah dana dititipkan

Aktiva Titipan :
-Dana Pengembangan
-Dana over price
         Jumlah dana titipan
Kewajiban Titipan :
-Dana Pengembangan
-Dana over price
          Jumlah kewajiban titipan

          Jumlah Aktiva
KEWAJIBAN DAN KEKAYAAN BERSIH :

Kewajiban Lancar :
-Hutang usaha :
  - Anggota
  - Bukan Anggota
-Hutang kepada Bank
-Hutang pajak penghasilan
-Biaya yang masih harus dibayar
-Pendapatan diterima dimuka
-Dana-dana pembagian SHU
-Simpanan sukarela anggota
-Simpanan sukarela bukan anggota
         Jumlah Kewajiban Lancar

Kewajiban Jangka Panjang :
-Hutang :
  - Anggota
  - Bukan Anggota
-Bank
-lain-lain
         Jumlah Kewajiban jangka panjang

Kekayaan Bersih :
-Simpanan pokok
-Simpanan pokok belum disetor
         Simpanan pokok disetor
-Simpanan wajib
-Simpanan wajib belum disetor
         Simpanan wajib disetor
-Donasi
-Selisih penilaian kembali aktiva tetap (+/-)
Cadangan Koperasi
SHU yang belum dibagi
         Jumlah Kekayaan Bersih

















         Jumlah Kewajiban dan kekayaan Bersih

2. Fungsi Analisa Laporan Keuangan
Analisa Laporan Keuangan berfungsi sebagai :
  • Sebagai alat saringan (screening) awal dalam memilih alternatif untuk berinvestasi.
  • Sebagai alat prediksi (forecasting) mengenai kondisi dan kinerja keuangan di masa yang akan datang.
  • Sebagai proses diagnosis terhadap masalah – masalah manajemen, operasional atau masalah lainnya (alat evaluasi manajemen).
Analisis hubungan antara suatu angka dengan angka lain dalam analisis laporan keuangan, dapat dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut ;
  • Antara pos – pos yang terdapat dalam laporan keuangan untuk periode yang sama;
  • Antara pos – pos yang terdapat dalam laporan keuangan dengan pos – pos yang sama pada
    laporan keuangan sebelumnya;
  • Antara pos – pos yang terdapat pada laporan keuangan yang sama dalam CU lain.
Kantor akuntan publik menggunakan audit keuangan atau audit laporan keuangan. Tujuan akhirnya mengetahui bagaimana keuangan suatu perusahaan/organisasi, dsb.

3. Analisis Laporan Keuangan

2.1. Metode dan Teknik Analisis
            Secara umum, metode analisis laporan keuangan dapat diklasifikasikan menjadi 2 (dua) kelompok, yaitu
Metode Analisis Horizontal (Dinamis), yaitu metode analisis yang dilakukan dengan cara membandingkan laporan keuangan untuk beberapa periode sehingga dapat diketahui perkembangan dan kecenderungannya.

2.2. Analisis Rasio.
            Rasio-rasio keuangan pada dasarnya dihitung dengan membandingkan angka-angka di dalam atau antara Neraca dan Laporan Laba/Rugi (Perhitungan Hasil usaha). Rasio menggambarkan suatu hubungan atau perimbangan (mathematical relationship) antara suatu jumlah tertentu dengan jumlah yang lain. Analisis Rasio dapat menjelaskan atau memberikan gambaran  mengenai baik atau buruknya/naik atau turunnya posisi keuangan dan kinerja keuangan perusahaan/koperasi, terutama bila angka rasio tersebut dibandingkan dengan rasio pembanding yang digunakan sebagai patokan normatifnya.
Sebagai bahan ilustrasi, dimisalkan dua koperasi mempunyai data sebagai berikut :
                                                            Koperasi A                              Koperasi B
Kas                                          Rp 10.000.000,oo                   Rp 5.000.000,oo
Utang Lancar                          Rp 10.000.000,oo                   Rp 2.500.000,oo
2.2.1. Rasio Likuiditas
            Rasio Likuiditas mengukur kemampuan perusahaan/koperasi dalam memenuhi kewajiban jangka pendek (utang lancar) dengan menggunakan aktiva lancar yang dimilikinya. Rasio yang sering digunakan adalah (a) Current Ratio (Rasio Lancar), dan (b) Quick/Acid Ratio yaitu sebagai berikut :
·         Current Ratio = Aktiva Lancar  ¸  Utang Lancar
Aktiva lancar menggambarkan alat bayar, dan asumsikan bahwa semu aktiva lancar benar-benar dapat digunakan untuk membayar. Sementara itu, utang lancar menggambarkan kewajiban yang harus segera dilunasi/dibayar.
·         Quick ratio = (Aktiva Lancar – Persediaan)  ¸  Utang Lancar

Adapun keempat rasio tersebut dihitung menggunakan rumus sebagai berikut :
·         Perputaran Piutang = Penjualan  ¸  Rata-rata Piutang
·         ADCR= Jumlah hari dalam satu tahun  ¸  Perputaran Piutang
·         Perputaran Persediaan = Harga Pokok Penjualan ¸ Rata-rata Persediaan
·         ADCI = Jumlah hari dalam satu tahun  ¸  Perputaran Persediaan


2.2.2. Rasio Solvabilitas
            Solvabilitas suatu perusahaan/koperasi menunjukkan kemampuan perusahaan/ koperasi untuk memenuhi semua kewajiban keuangannya bila perusahaan/koperasi tersebut dibubarkan. Dalam hal ini, persoalannya adalah bila perusahaan/koperasi tersebut dibubarkan, apakah kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan/koperasi tersebut cukup untuk menutup semua utang-utangnya (baik utang jangka pendek maupun utang jangka panjang).
Adapun rasio yang sering digunakan untuk mengetahui solvabilitas suatu perusahaan/koperasi adalah :
·         Total Debt to Equity Ratio               = (Total Utang  ¸  Modal Sendiri) x 100%
·         Long-term Debt to Equity Ratio = (Utang Jk. Panjang ¸ Modal Sendiri) x 100%
·         Total Debt to Total Assets Ratio = (Total Utang  ¸  Total Aset) x 100%

2.2.3. Rentabilitas
            Rentabilitas suatu perusahaan/koperasi menunjukkan kemampuan perusahaan/koperasi tersebut untuk menghasilkan laba selama periode tertentu. Cara untuk menilai rentabilitas suatu perusahaan/koperasi ada bermacam-macam dan tergantung pada laba dan aktiva atau modal mana yang akan dibandingkan. Pada dasarnya cara untuk menilai rentabilitas dapat dikelompokan menjadi 2 (dua), yaitu :
1)      Rentabilitas Ekonomi.
Rentabilitas ekonomi adalah perbandingan antara laba usaha dengan modal sendiri dan modal asing yang digunakan untuk menghasilkan laba tersebut dan dinyatakan dalam persentase.
Adapun rumus yang digunakan adalah :
·         Net Return on Investment      = (EAT  ¸  Operating Assets) x 100%
Dimana :
EAT = Laba Setelah Pajak.
Dalam hal ini, faktor-faktor yang mempengaruhi rentabilitas ekonomi adalah :
·         Profit Margin  = (Net Operating Income  ¸  Net Sales) x 100%
·         Operating Assets Turnover     = Net Sales  ¸  Operating Assets
2)      Rentabilitas Modal Sendiri (Rentabilitas Usaha).
Rentabilitas modal sendiri adalah perbandingan antara jumlah laba yang tersedia bagi pemilik modal sendiri di satu pihak (EAT) dengan jumlah modal sendiri   yang menghasilkan laba tersebut di lain pihak. Adapun rasio yang sering digunakan adalah:
·         Return On Equity       = EAT ¸ Modal Sendiri


sumber : http://kamissore.blogspot.com/2009/02/mengenal-pengertian-analisa-fungsi.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar